Cara merawat kain Sasirangan

Tren menggunakan pakaian Sasirangan untuk berbagai kegiatan semakin tidak terbendung. Tiap orang memiliki koleksi Sasirangannya sendiri dan selalu digunakan untuk beragam acara yang hendak didatangi. Motif Sasirangan yang beraneka ragam diserta bahan kainnya yang cenderung halus dan adem adalah dua dari banyak alasan orang senang akan kain, pakaian Sasirangan, hingga aksesoris Sasirangan lainnya.

Khusus untuk kain dan busana Sasirangan, tentunya kamu harus sering mencucinya agar tidak kotor dan tetap nyaman dipakai. Sayangnya, masih banyak orang yang kurang memahami cara mencuci Sasirangan yang tepat. Kebanyakan orang mungkin juga kamu masih memperlakukan Sasirangan sama dengan busana berbahan dasar lainnya. Padahal, ada beberapa cara mencuci kain Sasirangan yang berbeda saat kamu mencuci kain jenis lain.

Alhasil karena diperlakukan sama, tak jarang kain dan busana Sasiranganmu mengalami luntur ketika dicuci. Kerap pula tekstus kain Sasiranganmu menjadi kasar dan tidak selembut semula setelah mengalami proses pencucian. Jika sudah begini, kamu hanya bisa kecewa dan sebaiknya mulai mencari cara mencuci Sasirangan yang lebih baik. Namun sebelum semua itu terjadi, kamu bisa kok mempraktikkan beberapa tips cara mencuci Sasirangan di bawah ini supaya kain maupun busana Sasiranganmu tetap halus, adem, dan warnanya tidak luntur.

  1. Saat mencucinya, gunakan sabun pencuci khusus untuk kain Sasirangan yang banyak dijual di pasaran.
  2. Atau, cuci kain Sasirangan dengan shampo rambut. Sebelumnya, larutkan shampo di air sampai tak ada bagian yang mengental. Lalu, celupkan kain Sasirangan.
  3. Mencuci Sasirangan juga bisa dengan menggunakan buah lerak atau daun tanaman dilem yang sudah diredam air hangat. Caranya, remas-remas buah lerak atau daun dilem sampai mengeluarkan busa, lalu tambahkan air secukupnya, dan siap untuk mencuci Sasirangan. Aroma buah lerak mampu mencegah munculnya hewan kecil yang bisa merusak kain.
  4. Saat mencuci Sasirangan, jangan pakai deterjen dan jangan digosok. Jika Sasirangan tak terlalu kotor, cukup rendam di air hangat. Tapi jika benar-benar kotor, misalnya terkena noda makanan, bisa dihilangkan dengan sabun mandi atau kulit jeruk. Caranya, cukup dengan mengusapkan sabun mandi atau kulit jeruk di bagian yang kotor tadi.
  5. Sebaiknya, jangan mencuci Sasirangan dengan mesin cuci.
  6. Saat akan menjemurnya, Sasirangan yang basah tak perlu diperas. Dan jangan menjemurnya langsung di bawah sinar matahari. Jemurlah di tempat teduh atau diangin-anginkan hingga kering.
  7. Saat menjemurnya, tarik bagian tepi Sasirangan secara perlahan agar serat yang terlipat kembali ke posisi semula.
  8. Jika sudah dijemur, hindari menyetrika Sasirangan secara langsung. Jika Sasirangan tampak sangat kusut, semprotkan sedikit air di atas kain Sasirangan lalu letakan sehelai alas kain di atasnya, baru diseterika.
  9. Bila Anda ingin memberi pewangi atau pelembut kain pada Sasirangan, jangan semprotkan langsung pada kainnya. Sebaiknya, tutupi dulu Sasirangan tulis dengan koran, lalu semprotkan cairan pewangi dan pelembut kain tadi di atas koran.
  10. Jangan semprotkan parfum atau minyak wangi langsung ke kain Sasirangan, terutama Sasirangan sutra dengan pewarna alami.
  11. Simpan Sasirangan kesayangan Anda dalam plastik agar tak dimakan ngengat. Saat disimpan dalam lemari jangan diberi kapur barus, karena zat padat ini sangat keras dan bisa merusak Sasirangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

20 − 20 =